Loading

.

.

Hot Choco Ginger

Anggia Nunik | Sep 5, 2013 | | Be the first to comment!
This is my favorite!
Minuman ini paling pas kalau diminumnya ketika hujan..hmmm, yummy menghangatkan. Apalagi bila ditambahkan beberapa bongkah marshmallow. Jadi terbayang rasa dari busa gula halus itu yang meleleh, halus membelai lidah. Kapan-kapan harus coba buat sendiri ya...sangat amat mudah dan semua bahan-bahannya sudah tersedia bentuk kemasan instannya :D

Bahan :

- 2 sendok makan cokelat bubuk
- beberapa centi jahe, kupas dan geprek
- 1 batang kayu manis
- 2 sendok makan susu bubuk vanila atau bisa diganti dengan susu cair
- 2 sendok makan gula pasir atau sesuai selera
- Beberapa butir marshmallow (akan memberikan rasa manis)

Ataaaau...dalam edisi malas, kita bisa menggunakan bahan-bahan ready-to-use alias yang instan aja. Tinggal mampir ke supermarket terdekat deh. Hehehe...kalau saya sukanya pakai susu bubuk cokelat Cadbury sachet ditambah jahe instan bubuk :)

Cara Membuatnya :

- Masukkan semua bahan ke dalam dalam cangkir
- Seduh dengan air mendidih
- Aduk rata
- Tambahkan beberapa marshmallow diatasnya. Panas dari air mendidih itu akan membuatnya mencair perlahan. Sensasi lelehan gulanya akan memberikan rasa yang lebih special :)

Selamat mencoba ya..

Read More

Puding Cokelat

Anggia Nunik | Aug 29, 2013 | | 1 Comment so far
Kali ini kita coba resep Puding Cokelat yuk. Dengan kandungan gizi yang baik dari susu dan telur, cocok nih sepertinya untuk jadi teman cemilan sorenya si kecil. Cara membuatnya juga mudah, mari dicoba ya :)



resep-puding-coklatBahan :
- 100 gr Coklat bubuk
- 1 1/2 ltr Susu Cair segar
- 200 gr Gula pasir
- 2 bungkus agar - agar bubuk putih
- 4 btr Kuning telur (kocok)




Cara Membuat :
1. Larutkan coklat bubuk dengan sedikit susu.
2. Masak sisa susu bersama dengan gula pasir dan agar - agar bubuk.
3. Tambahkan larutan coklat kedalamnya, masak hingga mendidih.
4. Ambil sedikit adonan susu tersebut dan tuang kedalam kocokan telur, aduk rata.
5. Tuangkan kembali kedalam adonan susu telur, dan rebus hingga mendidih.
6. Angkat dari kompor, dan aduk - aduk hingga uapnya hilang.
7. Tuangkan kedalam cetakan yang sudah dibasahi air.
8. Biarkan hingga mengeras, simpan dalam lemari pendingin.
9. Sajikan puding dalam keadaan dingin..


Read More

Berbagai Rasa Cokelat

Anggia Nunik | Aug 28, 2013 | | Be the first to comment!
Contoh Cokelat Batang - http://www.123rf.com/
Ada berbagai macam jenis cokelat yang harus kita ketahui sebagai penggemar makanan eksotik satu ini.

Hal yang membedakan adalah, dalam kadar banyaknya kandungan cokelat di dalamnya.

1. Dark Chocolate
2. Chocolate Milk
3. White Chocolate
4. Light Chocolate


Read More

Choco Cheese

Semua pasti suka dengan cokelat atau keju. Resep yang satu ini cocok bagi penggemar keduanya. Brownies Choco Cheese, dengan teksturnya yang lembut dan lembap ini makin enak dinikmati dengan secangkir kopi di sore hari.
Bahan:
1 butir telur ayam
225 g cream cheese
2 sdm gula pasir
½ sdt vanili bubuk
Adonan Cokelat:
120 g dark cooking chocolate, cincang kasar
120 g mentega tawar
100 g gula pasir
2 butir telur ayam
50 g tepung terigu

Cara membuat:

    Semir loyang segi empat 18 cm dengan mentega dan taburi terigu.
    Kocok cream cheese dan gula hingga lembut.
    Tambahkan telur dan vanili, kocok rata. Sisihkan.
    

- Adonan Cokelat:
    Tim cokelat dan mentega hingga lumer. Angkat.
    Masukkan gula pasir, aduk hingga gula larut.
    Tambahkan telur, aduk hingga kental dan rata.
    Tambahkan terigu, aduk rata.
    Tuang sebagian ke dalam loyang.
    

    Beri adonan cream cheese, ratakan.
    Tuangkan sisa adonan cokelat, terakhir masukkan sisa adonan keju.
    Panggang dalam oven panas 180 C selama 45 menit.
    Angkat, dingikan hingga cake agak membeku.
    Potong-potong dan sajikan.

Untuk 12 potong


* sumber foto dan resep dari sini
Read More

Cake Kukus Pandan Cokelat

Bagi kamu penggemar cokelat, menu yang satu ini sangat cocok sekali menjadi pilihan cake. Kombinasi dari cokelat dan pandan makin membuat rasa cake kukus ini menjadi lebih spesial. Proses pembuatannya pun cukup mudah. Silahkan dicoba :)

Bahan :
7 butir telur
2 sendok teh sp
175 gram gula pasir

Bahan A:
115 gram tepung terigu protein sedang
90 gram margarin
75 gram cokelat masak putih, dipotong-potong
1/4 sendok teh esens pandan
4 tetes pewarna hijau tua

Bahan B:
80 gram tepung terigu protein sedang
15 gram cokelat bubuk
1/2 sendok teh baking powder
90 gram margarin
75 gram cokelat masak pekat, dipotong-potong
1/2 sendok teh cokelat pasta

Cara Pengolahan :

  • Bahan A: panaskan margarin. Masukkan potongan cokelat masak putih, esens pandan, dan pewarna hijau tua. Aduk sampai cokelat leleh. Sisihkan. Lakukan hal yang sama pada bahan B.
  • Kocok telur, SP, dan gula pasir sampai mengembang. Bagi 2 adonan.
  • Ambil satu bagian. Tambahkan campuran margarin pandan sambil diaduk perlahan. Tambahkan tepung terigu sambil diayak dan diaduk rata.
  • Tuang adonan pandan di loyang tulban yang dioles margarin. Kukus 15 menit dengan api sedang.
  • Sisanya tambahkan campuran margarin cokelat sambil diaduk perlahan. Tambahkan tepung terigu, cokelat bubuk, dan baking powder sambil diayak dan diaduk rata.
  • Tuang adonan cokelat di atas adonan pandan. Kukus 15 menit sampai matang

Untuk 16 potong

* Sumber foto dan resep aslinya dari sini
Read More

Sejarah Cokelat

Anggia Nunik | Aug 26, 2013 | Be the first to comment!
Biji Cokelat
Cokelat berasal dari tumbuhan kakao (Theobroma cacao) yang diperkirakan tumbuh di daratan Amazon sampai ke Amerika. Biji dari pohon kakao ini sendiri sangat pahit dan harus difermentasi agar rasanya dapat diperolah. Setelah dipanggang dan dibubukkan hasilnya adalah cokelat atau kokoa. 

Dari catatan sejarah, diketahui bahwa suku Maya juga membudidayakan pohon kakao. Pohon Kakao diambil dari hutan hujan dan ditanamnya di halaman rumah mereka dan biji kakao dihaluskan menjadi pasta. Ketika dicampur dengan air, cabai, tepung jagung, dan bahan lainnya, pasta ini dibuat minuman coklat pedas berbusa. Diperkirakan kebiasaan minum cokelat pada suku Maya ini dimulai sekitar tahun 450 SM - 500 SM. Konon, konsumsi cokelat dianggap sebagai simbol status penting pada masa itu.

Sedangkan bagi suku Aztec biji kokoa merupakan “makanan para dewa” (theobroma, dari bahasa Yunani). Biasanya biji kokoa digunakan dalam upacara-upacara keagamaan dan sebagai hadiah. Dan cokelat pernah menjadi alat pembayaran sebagai satuan nilai tukar.

Cokelat Pasta
Pada abad ke-17 cokelat menyebar di antara kaum elit Eropa, dan pada akhir abad itu cokelat menjadi minuman yang dinikmati oleh kelas pedagang. Harga cokelat pun secara demokratis mengalami penurunan. Begitu terkenalnya cokelat di London, sampai didirikan “rumah cokelat” untuk menyimpan persediaan cokelat, dimulai di rumah-rumah kopi. Rumah cokelat pertama dibuka pada 1657. Pada tahun 1689 seorang dokter dan kolektor bernama Hans Sloane, mengembangkan sejenis minuman susu cokelat di Jamaika. Minuman ini awalnya diminum oleh suku Apothekari, namun minuman ini kemudian dijual oleh Cadbury bersaudara. Semua cokelat Eropa awalnya dikonsumsi sebagai minuman. Baru pada tahun 1847 ditemukan cokelat padat.

Cokelat Eropa awalnya diramu dengan cara yang sama dengan yang digunakan suku Maya dan Aztec. Biji kokoa masih sedikit difermentasikan, dikeringkan, dipanggang, dan digiling. Namun, serangkaian teknik lebih rumit pun dimainkan. Bubuk cokelat diemulsikan dengan karbonasi kalium atau natrium agar lebih mudah bercampur dengan air, lemaknya dikurangi, digiling sebagai cairan dalam gentong khusus, atau dicampur dengan susu sehingga menjadi cokelat susu (milk chocolate).
Read More