 |
| Biji Cokelat |
Cokelat berasal dari tumbuhan kakao (Theobroma cacao) yang diperkirakan tumbuh di daratan Amazon sampai ke Amerika. Biji dari pohon kakao ini sendiri sangat pahit dan harus difermentasi agar rasanya dapat diperolah. Setelah dipanggang dan dibubukkan hasilnya adalah cokelat atau kokoa.
Dari catatan sejarah, diketahui bahwa suku Maya juga membudidayakan pohon kakao. Pohon Kakao diambil dari hutan hujan dan ditanamnya di halaman rumah mereka dan biji kakao dihaluskan menjadi pasta. Ketika dicampur dengan air, cabai, tepung jagung, dan bahan lainnya, pasta ini dibuat minuman coklat pedas berbusa. Diperkirakan kebiasaan minum cokelat pada suku Maya ini dimulai sekitar tahun 450 SM - 500 SM. Konon, konsumsi cokelat dianggap sebagai simbol status penting pada masa itu.
Sedangkan bagi suku Aztec biji kokoa merupakan “makanan para dewa” (theobroma, dari bahasa Yunani). Biasanya biji kokoa digunakan dalam upacara-upacara keagamaan dan sebagai hadiah. Dan cokelat pernah menjadi alat pembayaran sebagai satuan nilai tukar.
 |
| Cokelat Pasta |
Pada abad ke-17 cokelat menyebar di antara kaum elit Eropa, dan pada akhir abad itu cokelat menjadi minuman yang dinikmati oleh kelas pedagang. Harga cokelat pun secara demokratis mengalami penurunan. Begitu terkenalnya cokelat di London, sampai didirikan “rumah cokelat” untuk menyimpan persediaan cokelat, dimulai di rumah-rumah kopi. Rumah cokelat pertama dibuka pada 1657. Pada tahun 1689 seorang dokter dan kolektor bernama Hans Sloane, mengembangkan sejenis minuman susu cokelat di Jamaika. Minuman ini awalnya diminum oleh suku Apothekari, namun minuman ini kemudian dijual oleh Cadbury bersaudara. Semua cokelat Eropa awalnya dikonsumsi sebagai minuman. Baru pada tahun 1847 ditemukan cokelat padat.
Cokelat Eropa awalnya diramu dengan cara yang sama dengan yang digunakan suku Maya dan Aztec. Biji kokoa masih sedikit difermentasikan, dikeringkan, dipanggang, dan digiling. Namun, serangkaian teknik lebih rumit pun dimainkan. Bubuk cokelat diemulsikan dengan karbonasi kalium atau natrium agar lebih mudah bercampur dengan air, lemaknya dikurangi, digiling sebagai cairan dalam gentong khusus, atau dicampur dengan susu sehingga menjadi cokelat susu (milk chocolate).
Read More